Kata tersebut sangat akrab di telinga kita ketika kita telah lulus dari suatu institusi pendidikan, baik yang formal maupun nonformal. Dari kata Re = kembali, dan Union = Bersatu. Jadi kalau boleh saya artikan kurang lebih artinya Kembali Bersatu (Berkumpul). Pertanyaan : pernahkan kita hadir dalam event reuni? Baik itu SD, SMP, SMA, Universitas, atau kursus-kursus? Beragam jawaban akan kita dapat, ada yang pernah ada juga yang belum pernah. Bagi mereka yang menjawab pernah saya pikir pasti banyak momen menyenangkan di sana. Bertemu kawan lama, para guru, bahkan mungkin mantan pacar. Bagi yang belum pernah datang pasti banyak alasan yang akan dilontarkan antara lain (ini belum tentu benar lho) malu! Lho mengapa malu? Ya, sebagian dari kita tidak berani datang pada acara reuni itu dengan alasan malu karena melanjutkan di sekolah yang bukan favorit, perubahan bentuk tubuh (gendut maksudnya), belum bisa menjadi “orang”, hingga belum berkeluarga. Pada awalnya saya pun punya perasaan seperti itu, enggan menghadiri acara reuni, namun setelah saya pikir-pikir, tujuan saya hadir pada acara tersebut adalah untuk bertemu teman lama, bukannya pamer kesuksesan. Pada suatu kesempatan reuni teman saya (seorang wartawan) terkejut ternyata salah seorang pejabat yang pernah dia mintai uang adalah temannya sendiri di SMA. Dan dengan malu-malu dia memberanikan diri untuk meminta maaf, what a small world! Mungkin saja bila kita bertanya lebih detail tentang latar belakang pendidikan teman sekantor kita maka bukannya tidak mungkin atasan, kolega, rekanan, bahkan anak buah kita mungkin satu almamater dengan kita. Intinya dengan hadir pada acara reuni bukannya akan membanding-bandingkan kesuksesan atau keadaan kita sekarang namun lebih melihat kita pada waktu di sekolah (kampus), sehingga lebih banyak gelak tawa terdengar daripada cibiran karena keadaan kita sekarang. Kesuksesan sangatlah relatif, sehingga seorang ibu rumah tangga pun dapat dikatakan sukses apabila anak-anaknya memiliki kemampuan di atas rata-rata. Seorang pedagang pun akan sukses bila omzetnya mencapai angka tujuh digit perharinya, demikian juga seorang pegawai negeri tentunya memiliki kesukseskan bila telah berhasil mencapai pangkat, golongan atau jabatan tertentu. Bila kita sepasang suami istri atau ayah dan bunda yang baik kita pun telah menjadi kebanggaan, kesuksesan bagi pasangan kita ataupun anak-anak masing-masing. Inti dari reuni adalah mempererat tali silaturahim yang sesuai anjuran agama agar tetap dijaga, dipererat, disambung dan selalu dijaga. Hal tersebut untuk menambah panjang usia, memperbanyak rezeki. Di dunia modern ini banyak cara menjaga hubungan silaturahim ini antara lain telepon, e-mail, chatting, facebook dll. Namun yang terhebat adalah kopi darat alias bertemu langsung, berjabat tangan, saling mendoakan, tersenyum dan bercakap-cakap, dan itu dapat menggugurkan dosa keduanya (wah koq jadi ceramah ya). Pada bulan Juli, Insya Allah Program Diploma 3 FSUI sekarang FIB-UI akan melaksanakan hajatan Reuni Akbar semua angkatan dan semua jurusan (dari angkatan pertama hingga sekarang yang sedang kuliah). Reuni ini dilaksanakan mengingat Program Diploma 3 FSUI sekarang FIB-UI akan dibubarkan sehingga sebelum benar-benar bubar tidak ada salahnya kita konsolidasi terlebih dulu karena kalau sudah bubar pasti lebih sulit berkumpul. So teman-teman saya berharap kita bisa hadir untuk mengingat masa lalu bukan melihat kita sekarang ini. Sehingga tidak perlu ada keraguan atau pun dibayang-bayangi perasaan malu bahwa kita belum menjadi seseorang, percayalah Anda tetap menjadi seseorang yang terbaik yang terekam di pikiran kami. Waktunya kita kopi darat setelah bertemu di facebook!



ok boss gue ikut reuni akbar FSUI thnx yaa kalo mau hub gue di ktr 77204735 da HP 0811919661
By: ari amabrdi on May 10, 2009
at 22:25
Wah sama dong basic qt diploma bahasa China, gimana kalau kita sharing oh ya aku pengen belajar dari nitya laoshi, salam untuk laoshi yang lain especiaally retno damayanti meimei.
By: efan on July 30, 2009
at 22:25