Posted by: nitya pramudita | April 5, 2009

Cengbeng

melaka-bukit-cina

Jakarta, Minggu 5 April 2009…

Pagi itu saya pergi mengunjungi rumah ibu saya di daerah Cipinang Muara Jakarta Timur. Seperti biasa saya selalu melewati daerah Kebon Nanas dan berjalan membelah daerah pekuburan orang-orang Tionghoa. Saya tidak tahu kapan tepatnya pekuburan itu ada, seingat saya sejak tahun 1980-an pemakaman itu sudah ada.

Ketika saya melintasi wilayah itu saya melihat suasana di pemakaman agak ramai, tidak seperti biasanya. Pemakaman pun terlihat bersih, alang-alang yang biasanya tumbuh tinggi pun tampak terbabat bersih. Beberapa orang Tionghoa tampak bersembahyang di sana. Saya pun ingat bahwa ini adalah saatnya Cengbeng (QingMing).

Cengbeng (Qingming dalam bahasa Mandarin) memiliki arti Bersih dan Terang. Dan memang biasanya berkonotasi pada pembersihan makam orang tua atau leluhur. Mungkin sama dengan tradisi nyekar ke makam keluarga pada saat menjelang Idul Fitri.

Perayaan Qingming memang sudah ada sejak dinasti Zhou [Ciu] (1100-221 SM), pada periode ChunQiu (770-476 SM). Seorang pangeran bernama ZhongEr dari kerajaan Jin yang melarikan diri karena difitnah oleh selir ayahnya. Dalam pelarian ia ditemani oleh para pengawalnya, diantaranya adalah Jie ZiTui yang sangat setia. Setelah selir jahat tersebut meninggal beberapa tahun kemudian pangeran ZhongEr kembali ke negeri Jin, dan berhasil menjadi raja bernama Jin Wen Gong. Seluruh pengikutnya diberikan jabatan dan hadiah kecuali Jie Zitui.

Jie Zitui merasa ia tidak dihargai oleh sang raja, lalu ia pergi bersama ibunya ke gunung MianShan . Belakangan raja Jin Wengong teringat pada Jie Zitui,
ia mencarinya sampai ke Mianshan. Setelah beberapa hari mencari, Jie belum ditemukan. Atas usul seorang penasehatnya, Jin Wengong membakar hutan di Mianshan supaya Jie segera keluar karena api.

Namun ternyata Jie lebih baik meninggal yangliudaripada turun gunung, dia pun ditemukan meninggal dunia sambil memeluk jasad ibunya di dekat pohon willow (Yangliu). Jin Wegong sangat menyesal atas tindakannya maka dia pun memerintahkan mengganti nama gunung tempat Jie terbakar menjadi gunung Jie dan menguburnya di pohon Yangliu yang mati meranggas. Serta memerintahkan kepada seluruh rakyatnya agar pada 1 hari sebelum Qing Ming tidak menyalakan kompor.

1 tahun kemudian Jin mendatangi makam Jie dan mengucapkan penyesalan serta membuat suatu upacara penghormatan yang megah. Disitu Jin melihat bahwa pohon Yangliu itu tumbuh lagi. Dan ia terkenang akan Jie sehingga pohon tua itu disebut QingMing Liu dan sejak itu ditetapkan sebagai hari QingMing.
Walaupun kisah Jie itu tercatat dalam DongZhou LieGuo Zi dan banyak buku2 sejarah itu mencatat namanya tapi kisah tsb diatas hanya ada dalam Dongzhou LieGuoZi dan catatan2 sejarah lainnya tidak pernah menulis kisahnya yang mati terbakar.

Sebenarnya tradisi QingMing itu sudah ada sejak jaman dahulu kala (sejak dinasti Zhou) dan awal mulanya adalah suatu upacara yang berhubungan dengan musim dan pertanian. Pertanda berakhirnya hawa (bukan cuaca) dingin dan mulainya hawa panas. Dan ada satu syair kuno yaitu “Sehari sebelum Qing Ming tidak ada api” atau yang sering disebut HanSeJie. Jadi pada hari itu tidak ada orang Tionghoa yang memasak.

Sedangkan versi lain bercerita tentang Liu Bang [Lao Pang] dengan Qingming
adalah:

liubangSetelah mendirikan dinasti Han [Han] (206SM-220M), Liu Bang kembali ke kampung halamannya, mencari kuburan orang tuanya. Ternyata ia tidak dapat menemukan kuburan orang tuanya. Lalu ia memerintahkan seluruh rakyatnya untuk membersihkan makam keluarganya dan menaburinya dengan kertas kuning. Setelah itu sang kaisar mencari makam yang tidak dibersihkan dan ditaburi kertas kuning, maka itulah makam orang tuanya.

Moral dari cerita tersebut adalah agar kita tetap menghargai para orang tua, leluhur kita meskipun mereka telah meninggal dan juga jangan mudah melupakan jasa seseorang yang telah membantu kita terlebih.

(Dari berbagai sumber)




Responses

  1. PAk Nidya saya mau ngelanjutin di UI S1 bhasa China. sekarang saya D3 Bahasa China UNS

  2. Hai efan sori baru jawab krn sibuk berat… skrg msh di UNS atau dah masuk UI nih?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.