Seolah mengetahui bahwa usianya tidak akan lama lagi, seorang ayah memanggil kedua anak laki-lakinya. Sang ayah akan meninggalkan harta warisan yang sama besarnya bagi mereka berdua. Seraya berpesan bahwa untuk mengembangkan harta tersebut kedua anaknya harus mengikuti petuahnya. Petuah yang pertama adalah dalam mengembangkan usaha, kedua anaknya dilarang terkena sinar matahari, petuah yang kedua adalah selalu berusaha setiap hari makan ikan sebanyak-banyaknya. Dan petuah terakhir adalah apabila ada yang hutang tidak boleh ditagih. Selesai menyampaikan wasiatnya sang ayah pun wafat. Mulailah sang kakak melaksanakan wasiat ayah tercinta dengan menutup semua jendela rumah, toko, mobil agar sinar matahari tidak dapat mengenai dirinya, dia pun mulai menyukai semua jenis ikan dan dilahapnya setiap hari dan dia pun tidak pernah menagih hutang teman-temannya sehingga dalam waktu sekejap ia pun bangkrut, harta peninggalan ayahnya habis. Sementara sang adik terlihat usahanya jauh lebih maju, adik pun menyangkal bahwa ia tidak menjalankan wasiat sang ayah, hanya saja cara melaksanakan wasiat tersebut dia memiliki cara pandang yang berbeda. Agar tidak terkena sinar matahari maka pagi-pagi dia sudah memulai usaha dan baru selesai hingga menjelang malam, sehingga dia sama sekali “tidak tersentuh oleh matahari”. Setiap hari dia makan ikan yang “banyak”. Ikan yang paling banyak adalah ikan teri. Dengan kata lain, ikan yang murah sehingga untuk urusan makan dia dapat berhemat. Dan dia memang tidak pernah menagih hutang seseorang, karena dia sama sekali tidak pernah memberikan hutang pada orang lain. Tulisan di atas hanya mengingatkan kita betapa kita sering kurang memahami makna yang terkandung dalam suatu nasehat, kejadian dll sehingga kita menjadi salah arah dalam menentukan langkah. Cerita di atas saya dapat dari seorang teman etnis Tionghoa yang memang memiliki kinerja seperti cerita tersebut di atas



semua itu sesuai anjuran agama : Bangun sebelum subuh itu karena malaikat mikail sedang membagikan rizki, makan makanan bermutu, dan hidup berhemat. Realitas hidup yang perlu dipraktekkan.
By: sulaiman on March 26, 2009
at 22:25
Nitya xian sheng ninhao. Wo hen gao xing ren she ni!
By: efan on July 30, 2009
at 22:25